• Karya : Rehe Silent / Mang Rehe
  • Dalam : Cerita Bersambung 3 part
  • Cerita Ini 1/4 di ambil dari pengalaman kisah nyata si penulis cerita, sisanya dibikin seburuk mungkin dengan alur cerita yang nggak jelas dengan tujuannya yang penuh rahasia


  • #Nyaho Cinta?


    Malam semakin larut, dingin terasa, sedangkan aku semakin tua.
    Tak terasa, rasanya baru kemarin hari aku lulus dari SMP, entahlah, waktu berjalan begitu cepat, bak seperti lagu-lagu musik dijaman sekarang, rata-rata Cepat di kenal cepat juga terlupakan.

    Malam ini aku dan handphone kesayanganku lagi asyik berdua menulis sambil ditemani lagu-lagu dari Slank, The Panas Dalam, Sundaan, dan The Rolling Stones.
    Entahlah, Diakhir-akhir ini aku seolah selau mendadak rindu masa-masa SMP ku di perancis dulu, dimana masa itu adalah masa pertamaku mengenal mahluk tanpa wujud yang bernama Cinta.
    Iya Cinta, Tidak terlihat, Tidak tau bentuk aslinya seperti apa, namun dapat Di Rasa.

    Ingin rasanya aku kembali, namun itu pasti hanya sebuah angan yang tak mungkin dapat terjadi.
    Kini masa-masa indahku itu hanyalah tinggal kenangan, sebuah kenangan yang tak akan pernah terlupakan, dan takan kulupakan.

    Jam di dinding tetap saja, kulihat dia masih setia, nempel menemani cicak cicak di tembok yang sedang bercumbu mesra, mengingatkanku pada sosok Edol dan Markonah, sepasang kekasih yang kabarnya kini mereka sudah sukses usaha jualan Bakso Cuanki di Los Angeles Amerika.
    Edol dan Markonah adalah temanku di perancis dulu, kami bertiga satu kelas, gara-gara Markonahlah, Aku pertamakali mengenal rasa yang bernama Cinta.
    Semua berawal ketika Aku dan Edol di ajak main sama Markonah ke rumahnya, selepas pulang sekeolah
    awalnya Aku menolak ajakan Markonah, karena pikirku Aku disana hanya akan menjadi obat nyamuk yang menaungi orang yang sedang pacaran, tapi Markonah memaksaku untuk ikut bersamanya, walaupun sudah Aku tolak dengan beribu-ribu alasan yang nggak jelas, dia tetap saja memaksaku dengan keukeuh,
    Tapi, karena Aku tidak tega melihat Markonah yang kelihatannya bersedih, akhirnya akupun terpaksa ikut bersama mereka.

    14:00 WIP (waktu indonesia perancis) Dan kami Bertigapun sampai dirumah Markonah, rumahnya gede ada kolam renangnya lagi.

    "Mau minum apa Reh?." tanya markonah dengan santai.
    "Apa aja deh yang penting jangan arak."
    "Hahahaha." Edol disampingku, tertawa terbahak-bahak.
    "hehe, air putih aja ya biar sehat
    Deeeeeeeeee, Ade, tolong bikinin minumannnnn." teriak Markonah kepada seseorang di ruangan atas.

    Aku hanya belagak sok sibuk sendiri dengan mainin handphone ditanganku. sementara kedua temanku asyik mengobrol.
    Lima menit kemudian, Seseorang datang dengan membawakan minuman.
    "Ini kak minumannya." ucapnya.
    Aku masih sok sibuk sendiri mainin hp

    "HEI? MINUM." Markonah mengagetkanku.
    Dan aku langsung terhenyak, ketika ku melihat didepanku ada seorang gadis yang begitu cantik.

    "Silahkan diminum." ucap gadis itu sambil menatapku dengan tatapan matanya yang indah, dan senyumannya yang manis lengkap dengan lesung dipipi wajahnya.
    Aku langung terpukau.
    "Subhanallah, Cantik banget gadis ini." Ucapku dalam hati.
    Jantungku berdebar-debar, aku tidak tahu apa sebabnya ini terjadi,
    "Iya Terimakasih, ka kamu siapa?" Tanyaku dengan grogi.
    "Heh, dia Adek Gue, mau ngapain lo." Markonah nyamber. pertanyaanku
    "Oh." Ucapku yang nggak tahu harus bertindak apa.
    "Namaku Susin ka, kakak yang bernama Rehe tea ya?" kata gadis itu.
    "Loh Kok tahu?"
    "Iya. Kak Markonah sering cerita soal kakak."
    "Oh begitu rupanya." Kataku.
    Saat-saat itulah saat dimana diriku merasa terbang keangkasa.

    -BERSAMBUNG-


    Yeahhh... Cinta. Cinta bukan hanya tentang dunia milik berdua,
    Cinta bukan dibalik kolor boy,
    Cinta, yang tak pernah terpisahkan adalah seperti semangkuk bakso dan sepiring nasi yang akan terasa nikmat dan kenyang bila kita makan sekaligus, di tambah saus sambal pedas dan kerupuk jengkol buatan mang Peno Lestari, oh sungguh nikmat.

    Tapi apadaya, terkadang apa yang kita inginkan tak sesuai dengan kenyataan yang ada, kita diwajibkan untuk berusaha, tapi tidak wajibkan untuk kaya raya.
    Semua kembali ke tuhan,
    kewajiban kita adalah bersyukur, menjalani perintahnya dan menjauhi larangannya
    sabar
    tidak menjadi orang kaya, tidak dosa, tapi kalau mau kaya, kenapa tidak. Teruslah berusaha.
    kita hanya perlu DUIT doa, usaha, ikhtiar dan tawakal.



    Catatan : Apabila anda ingin menyalin, mengkopi paste artikel atau cerita diatas, sertakan sumber, nama penulis, dan link aktif menuju blog ini. Sungguh sangat dilarang mengubah kata-kata artikel atau cerita diatas tanpa seijin penulis.