Malam pun berlalu, berganti pagi yang cerah nan indah dan berseri-seri.
07:05 waktu setempat. Devaya sudah berdiri berada di dekat gerbang sekolah, seperti biasa, Doi sedang menunggu seseorang yang tiada lain tiada bukan adalah Kamvret.

Sambil melihat-lihat kanan kiri Devaya dengan sabar menunggu temen dekatnya itu datang.
Tiba-tiba

~Ngikkkkkkkkkkk~ (suara rem blong)

Devaya terhenyak.
Seketika Doi bertriak histeris

"Awaaaaaaaaaasssssssssssssss." Teriak Devaya sambil menutupi matanya dengan kedua tanganya.

Kemudian Devaya pun menangis..

Apa Yang Terjadi?

Devaya tak kuasa ketika melihat teman dekatnya itu terkapar terbaring terbujur kaku berselimut darah yang bergelimpah di tengah jalan.

Devaya pun Berlalri-lari, Doi segera menghampiri teman dekatnya itu yang telah tertabrak becak.

"Vret bangun vret?." Ucap Devaya sambil memeluk dan menggerak-gerakan bahu Kampret.

"Vret."

Semenata itu becak yang telah menabrak Kampret, kabur begitu saja tanpa ada rasa belas kasihan dan rasa pertanggung jawaban.

"Becak Goblog!!!" Teriak Devaya.

Kemudian Murid murid dan para guru-guru pun keluar berhamburan.

"Kenapa dia aya? Cepat telepon ambulan. Kampret harus kita bawa kerumah sakit seseegera mungkin cepat cepat." Kata guru matetika yang panik dan shok ketika melihat kondisi Kampret yang memprihatinkan.

Kampret pun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh anak-anak dan guru-guru yang lainnya. Sementara Devaya, Doi berlari tancap gas menaiki motor ninja miliknya mengejar becak yang telah menabrak teman dekatnya tersebut.

depayaepisode2.jpg


~Ngung nguk nguk ngunggggggggggggg nguk nguk ngunggggg ngung~

"Woy berhenti lo." Teriak Devaya sambil mengejar becak didepannya.

"Wey."

Becak yang tidak bertanggung jawab itu pun malah berlari kencang menambah kecepatannya.

"Wey? Bangsat! Bedebah lo." Teriak Devaya sambil terus mengejarnya.

Mereka berdua pun terus berkejar-kejaran, hingga sampailah mereka disebuah tikungan tajam tajur yang mengerikan.

~Cekittttttttttttttttttttttttttttttttt~

Devaya pun akhirnya berhasil menyeret becak tersebut ke sisi dan berhenti.

"Bangsat. Turun lo!" Ucap Devaya.

"A a ampun teh, maafkan saya, saya tidak sengaja, becak saya rem nya blong, dan saya lagi buru-buru." Kata si abang tukang becak tersebut, yang ternyata si abang tukang becak nya masih muda dan mungkin masih seumuran dengan Devaya.

"Maaf maaf. Tanggung jawab goblog!
lo udah bikin temen gue masuk rumah sakit dan lo malah kabur, orang macam apa lo? Bedebah." Ucap Devaya dengan nada suara keras tinggi cetar dan membahana.

"Eh teh saya udah minta Maaf, lagian itu bukan salah saya, teman teteh yang salah, kenapa nyebrang nggak lihat-lihat." Kata si abang tukang becak, memncoba membela diri.

"Oh? Begitu?
Ngajak ribut?
Ayo?
Turun bangsat, Sini maju gue nggak takut sama lo." Emosi Devaya memuncak.

"Maksud lo?" Tanya si abang tukang beca.

Suasana pun semakin panas, emosi Devaya kian tak terkendali, kemudian si abang tukang becak pun turun dan .......

-Bersambung-



Gambar orang lagi naik motor di postingan Devaya - Episode 2 (Novel Online) Di atas di ambil dari google. Terimakasih.



Catatan : Apabila anda ingin menyalin, mengkopi paste artikel atau cerita diatas, sertakan sumber, nama penulis, dan link aktif menuju blog ini. Sungguh sangat dilarang mengubah kata-kata artikel atau cerita diatas tanpa seijin penulis.