Keesokan paginya, setelah selesai shalat subuh Devaya lanjut mandi, kemudian doi beres-beres, ngepel, nyuci piring nyuci baju lalu masak sambil bernyanyi-nyanyi.

"Eta terangkanlah dung tak dung dung tak dung, Eta Terangkanlah dung tak dung dung tak dung, Eta jiwa yang berkabut dung tak dung dung tak dung penuh dosa tak taralak tak tak tak, Eta terangkanlah, dung tak dung dung tak dung! Tak taralak tak tak. Ayeeeee. Yoman"

Maklum, dirumah Devaya nggak ada Pembantu, jadi setiap pagi Doi harus beres-beres rumah sendiri, dengan wajah ceria dan berseri-seri doi lakukan semua itu ikhlas dari hati.

"Ayaaa? Papah berangkat duluan ya." Teriak bokap si doi, beliau nampak terburu-buru, beliau berlalri-lari.

"Pah tunggu?" kata Devaya sambil mencoba mengejarnya.

Namun Doi telat, bokapnya sudah pergi jauh menaiki mobil mercy bersama sopir pribadinya yang digaji sebesar dua rebu lima ratus rupiah perbulan oleh bokapnya si Doi.

Devaya pun kembali ke dapur dan melanjutkan aktifitas memasaknya sendiri.
07:00 waktu setempat. Doi sudah kembai siap untuk berangkat ke sekolah, ketika hendak mengunci pintu tiba-tiba doi dikagetkan oleh seseorang yang berada di belakangnya.

"HOYAH" Ucap orang itu sabil menghentakkan kakinya.

"E doma eme doma eme. Mamah?" Kata Devaya, doi terkaget.

"Hehehe, anak mamah mau berangkat sekolah nih?" Ucap Mamahnya

"Iya mah. Mamah jam segini baru pulang, mamah kerja edan-edanan ngapain mah?" Tanya Devaya.

"Kamu sekarang sekolah aja yang bener, nanti juga tahu, udah mamah ngantuk nih mamah mau masuk, kamu cepat berangkat, entar telat." Kata mamahnya.

"Iya mah Aya berangkat dulu. Assalamulaikum"

"Waalaikumsalam." Kata mamahnya.

Kemudian Devaya pun bergegas pergi tancap gas menuju ke sekolah.

depayaepisode2.jpg


~Ngung nguk nguk ngunggggggggggggg nguk nguk ngunggggg ngung~

Sampai di kelas Devaya kepikiran teman dekatnya, napak doi galau berat, wajahnya yang manis memancarkan pilu bercampur gelisah.

Tring tring. Jam pelajarn pertama pun dimulai.

"Selamat pagi anak anak." Kata pak pedut didepan kelas.

"Pagi kembali pak peduuuuuuuuuuut." Ujar anak-anak dengan nada yang serermpak.

"Oh ya anak-akak sebelum memulai pelajaran, bapak ingin menyampaikan sesuatu, bahwa teman kita, Kamvret yang sekarang berada di rumah sakit, Alhamdulilah sekarang dia sudah sadar."

"YANG BENER PAK?" Teriak Devaya, doi terkaget bahagia mendengarnya.

"Iya Aya, tadi pagi sekitar jam 4, Kampret tersadar dan membuka matanya, dan nanti siang kita semua boleh menjenguknya."

"Alhamdulilah." Ujar Devaya serempak bersama anak-anak yang lainya.

Setelah mendengar kabar dari Pak Pedut, Devaya merasakan kebahagiaan didalam perasaannya, dalam hati doi ingin segera pergi untuk menjenguknya.

Satu jam berlalu. Akhirnya Jam pelajaran pertama kedua, kemudian istirahat, lanjut jam pelajaran ke tiga ke empat ke lima ke enam ke tujuh ke delapan ke sembilan ke sepuluh ke sebelas ke duabelas ke tigabelas ke empatbelas dan jam pelajaran ke limabelas pun selesai. Alhamdulilah semua berjalan dengan lancar.

Devaya dan seluruh murid-murid juga guru-guru pun nampak sudah siap-siap untuk berangkat menjenguk Kampret ke rumah sakit.
Mereka semua berangkat dibagi sepuluh kelompok dengan menggunakan sepuluh mobil dam truck milik Devaya sendiri. Dengan rasa sayang dan peduli sesama. Doi menggeratiskan sewaan mobil dam truck miliknya itu.

"Semua sudah siappppppppppppppppppp h?" Teriak pak pedut kepada semua anak-anak, beliau meniru gaya Charly ST12 ketika sedang konser diatas panggung.

"Siap Pak Peduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut h!" Teriak seluruh anak-anak dengan serempak.

"Semua sopir go go go?" Lanjut Pak Pedut.

"Goooooooooooooooooooooo." Teriak sopir-sopir.

"Berangkat" Kata pak Pedut. Kemudian aing pun lieur ;( selamat berpusing ria, semoga kalian baik baik saja...

-Bersambung-



Gambar orang lagi naik motor di postingan Devaya - Episode 5 (Novel Online) Di atas di ambil dari google. Terimakasih.



Catatan : Apabila anda ingin menyalin, mengkopi paste artikel atau cerita diatas, sertakan sumber, nama penulis, dan link aktif menuju blog ini. Sungguh sangat dilarang mengubah kata-kata artikel atau cerita diatas tanpa seijin penulis.