• Karya : Rehe Silent / Mang Rehe
  • Dalam : Novel Online
  • Genre : Teuing lah teuing aliran naon
  • sakadaek Mang Rehe weh heheheh



    Alkisah pada jaman dahulu kala sekitar delapan ribu delapan ratus delapan puluh juta tahun yang lalu di tasikmalaya hiduplah seorang gadis cantik yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP).

    Perempuan tersebut bernama Devaya Ainun Skolastika. Doi adalah seorang gadis sederhana yang menyukai hobi balapan liar.

    Berbeda dengan Gadis-gadis seusianya yang lebih kepada chiby chiby dan ke kokoreaan (korea style).
    Setiap hari Devaya pulang pergi ke sekolah dengan berkendara roda dua, dan di waktu malam tiba Devaya tak pernah lekang untuk menghadiri atau hanya menonton Acara-acara balapan liar yang berada Di dekat komplek rumahnya.

    Jomseuh ibu kandung Devaya dan Ruli Sebastino Suami dari Ibu Jomseuh adalah orang yang super duper sibuk, setiap hari mereka berdua pergi pagi pulang pagi hanya untuk mengais rejeki, seperti lagu armada.
    Devaya adalah anak pertama dan satu-satunya anak dari mereka.

    Ketika dirumah Devaya selalu merasa kesepian, oleh sebab itu Doi menghilangkan rasa jenuhnya itu dengan ikut balapan liar dijalanan.

    Semua berawal ketika Kamvret (Temen deket Devaya) mengajaknya menonton acara balapan liar yang ada di jalan anyar tasikmalaya.
    Devaya melihat banyak Aksi-aksi memukau yang dilakukan pembalap pembalap liar disana, dan Devaya tertarik untuk mempelajarinya. Sejak saat itulah Devaya mulai menyukai kegiatan yang lumayan membahayakan dan dapat menghilangkan nyawa tersebut.

    Hari demi hari Devaya lewati, walau terkdang suka lupa gosok gigi tapi Doi tak pernah berhenti belajar dan menggeluti. Hingga pada akhirnya alhamdulilah doi juara ka hiji (ke satu). Rabu malam 20 april 2007 sebelum masehi.

    "Auuuuuuuuuuuuuuuuu" Teriakan merdu si Kampret yang ikut senang karena temen dekatnya juara ke satu.

    Malam itu adalah malamnya Devaya, Doi berhasil menjuari lomba balapan liar di jalan pasir ringkang tasikmalaya.

    "Wey selamat ya!"ujar seorang lelaki berambut ikal sebahu yang berada didekatnya bersama Kampret.

    "Oke Reh haha sipp."

    ~Ngeng ngeng ngeng ngeng~

    "Auuuuuuuuuuuuuu.... Akhirnya kau menjadi juara juga ya, selamat ya." ucap kampret.

    "Oke vret thank you, lo udah banyak bantu gue lo juga reh."

    "Hehehe sama-sama ya." kata Kamvret.

    ~Ngeng ngeng ngeng ngengengengengenge ngeng~

    "Guys! Gue pulang duluan ya, udah ngantuk nih gue." Teriak Depaya.

    "Oke brow titidije yeh! Auuuuuuuuuuuu." kata temen-temen Devaya yang lainnya.

    "Siap bro."

    "Ngeng ngeng.... Berangkat."

    Malam pun berlalu, berganti pagi yang cerah nan indah dan berseri-seri.
    07:05 (wib). Devaya sudah berdiri berada di dekat gerbang sekolah, seperti biasa, Doi sedang menunggu seseorang yang tiada lain tiada bukan adalah Kamvret.

    Sambil melihat-lihat kanan kiri Devaya dengan sabar menunggu temen dekatnya itu datang.
    Tiba-tiba

    ~Ngikkkkkkkkkkk~ (suara rem blong)

    Devaya terhenyak.
    Seketika Doi bertriak histeris

    "Awaaaaaaaaaasssssssssssssss." Teriak Devaya sambil menutupi matanya dengan kedua tanganya.

    Kemudian Devaya pun menangis..

    Apa Yang Terjadi?

    Hah teuing. Lieur anjis! Hese nulis carita teh ;(

    -BERSAMBUNG-


    br.jpeg



    Catatan : Apabila anda ingin menyalin, mengkopi paste artikel atau cerita diatas, sertakan sumber, nama penulis, dan link aktif menuju blog ini. Sungguh sangat dilarang mengubah kata-kata artikel atau cerita diatas tanpa seijin penulis.