"Bu. Bapak berangkat dulu ke kebun ya." Kata pak Tunyak.
"Iya pak hati-hati dijalan."
"Terimakasih istriku tercinta, mulai hari ini kamu dirumah aja ya, nggak usah dagang di pasar. Ya. Disini aja jagain anak kita."
"SIAAAAAAAAAAAAAAP. GRAK." Teriak bu Tuec Nueh dengan tegas kepada suaminya.

Setelah itu berangkatlah pak Tunyak ke kebun ladang miliknya, dan Ibu Tuec Nueh pun ditinggalkan dirumah berdua bersama anaknya, yang baru berusia 7 jam tersebut.

"eaaaa eaaaa eaaaa."
"Cup cup cup cup. Emh anak mamah lucu banget sih."
"eaaaa eaaaa eaaaa."
"Kamu tidur dulu ya sayang, mamah harus nyuci baju, nyuci piring, masak, ya sayang ya."
"eaaaa eaaaa eaaaa."
"Nina bobo..... nina bobo.... kalau tidak bobo di gigit nyamuk.... Nina."
"EAAAAAA EAAAAAA EAAAAA."

Di saat bu Tuec Nueh menyanyikan nina bobo untuk Gales bukanya Gales terlepap tapi Gales malah menangis lebih kencang.
Lalu bu Tuec Nueh pun mengganti lirik 'Nina' dengan kata 'Gales'.
"Gales bobo....... howow gales bobo......" Nyanyian bu Teuc Nueh, sambil meng eyong-eyong bayinya. Dengan suara yang merdu dan nada serak-serak dingin yang sangat menggelora.
Kemudian bayinyapun berteriak "Asyik asyik jos!." Ucap bayinya.
"Kalau tidak bobo di gigit macan." Lanjut bu Tuec Nueh.
"He hak e hak e hak e hak e hak e hak eeeeeeee."
"Gales bobo...... howo gales bobo........"

Tiba-tiba
"TOK TOK TOK TOK TOK."
Ibu Teuc Neuh merdengar suara ketukan pintu dari luar.
"TOK TOK TOK TOK TOK."
Seketika Ibu Tuec Nueh langsung terdiam dan bayinyapun sudah terlelap.
"TOK TOK TOK TOK TOK."

Suara ketukan itu terdengar begitu dingin dan membuat bulu betis dan hidung Ibu Tuec Nueh berdiri.
" TOK TOK TOK TOK TOK."
"Di luar siapa ya......?" Kata bu Tuec Nueh. Namun tidak terdengar jawaban.
"TOK TOK TOK TOK TOK.
"Siapa sih?." Ucap bu Tuec Nueh dalam hati.

Ibu Tuec Nueh pun bergegas menuju pintu untuk memastikan siapa sebenarnya diluar yang sedang mengetuk-ngetuk pintu tersebut.

Pintu itu terdengar berdetak ketika dibuka oleh bu Tuec Nueh.
'Rekettak taktak tak tak tak.'
dan
Jleeeb.
Ibu Teuc Nueh nampak keheranan karena diluar tidak ada siapa-siapa.

'WIUUUUUUUH.' Angin pun berhembus Ibu Teuc Nueh sangat tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Seketika Ibu Teuc Nueh merasakan hawa yang sangat aneh, seluruh bulu-bulu dari ujung kaki sampai ujung rambut Ibu Tuec Nueh berdiri secara serentak.
"Aneh. Diluar nggak ada siapa-siapa." Ucap bu Tuec Nueh dalam hati.

Ibu Tuec Nueh nampak merasa keheranan, aneh dan rasa penasaran yang sangat menggebu-gebu. Sambil melamun Ibu Tuec Nueh mencoba untuk berpikir positif.

Lima Menit berlalu.
"Ah bodo amat." Lanjut Ibu Tuec Nueh dalam hati sambil bergegas kembali menutup pintu lalu kembali kedalam.

Kemudian.
"GALEEEEEEEEEES?." Ibu Tuec Nueh seketika berteriak dengan suara yang sangat keras.

Wajah panik wanita paruh baya itu nampak terlihat begitu jelas ketika melihat banyinya tidak ada dikasur."GALEEEEEEEEES ANAKKUUUUUUU?".
GALESSSSSSSSS."
"DIMANA KAMU SAYANG." Teriak bu Tuec Nueh yang sedang panik tak terkendali.

Ibu Teuc Nueh pun mengobrak-ngabrik seluruh isi rumahnya, semua perabotan dia coba periksa, dari lemari, ember, kulkas, dispenser, kompor gas, lisbang, kursi, tv, hingga teko dan hawu pun tak luput dari pemeriksaannya.
Tapi naas Gales tidak ditemukan.

Kemudian
"GALEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEEEEEEEEEEEEEEEEEES." Ibu Tuec Nueh pun menangis terpuruk tak berdaya, beliau berteriak dengan tempo yang sangat panjang dan nada yang sangat tinggi bersama suara serak-serak dingin yang sangat begitu keras dan sangat menggelora. Saking kerasnya, teriakan bu Tuec Nueh terdengar hingga pegunungan himalaya.

"Istriku....." Ucap pak tunyak yang sedang asyik mencangkul di kebun miliknya.
Pak Tunyak mendengar begitu jelas teriakan istrinya yang sangat keras dan menggelora itu. Tanpa pikir panjang pak Tunyak langsung tancap gas.

"ISTRIKUUUUU, ADA APA DENGAN GALES? KENAPA KAU TERIAK-TERIAAAAAK." Kata pak Tunyak sambil berlari terbirit-birit menuju ke rumahnya.

Dua jam kemudian
"ISTRIKUUUUUUU.." Teriak pak Tunyak sambil berlalri-lari di sepanjang jalan.
Lalu lima menit kemudian tibalah pak Tunyak didepan pintu rumahnya. Dan 'JEGER.'

- BERSAMBUNG -



Catatan : Apabila anda ingin menyalin, mengkopi paste artikel atau cerita diatas, sertakan sumber, nama penulis, dan link aktif menuju blog ini. Sungguh sangat dilarang mengubah kata-kata artikel atau cerita diatas tanpa seijin penulis.