"SABAR." Teriak orang-orang tersebut dengan nada suara yang sangat begitu keras, tinggi, kompak dan serentak. Lalu pergi begitu saja meninggalkan pak Tunyak dan bu Tuec Nueh yang sedang terpuruk tak berdaya dilanda kesedihan.

Kemudian setelah itu pak Tunyak dan bu Tuec Nueh pun hanya bisa meratapi kenyataan yang ada. Hingga pada akhirnya pak Tunyak memutuskan untuk tidak mencari Gales, karena mereka berdua berpikir kalau masa depan Gales akan lebih cerah jika Gales tinggal bersama si bangsawan bernama Analac Keos yang menculiknya itu.

Hari-hari pun berlalu, semua berjalan dengan semestinya, malam berganti pagi, pagi bersanti siang, siang berganti sore, dan sore berganti malam. Berjalan berputar seperti roda.
Di iringi burung-burung dan badak liar bersama satwa-satwa liar yang lainya. Pak Tunyak dan bu Tuec Nueh menjalani hari-harinya dengan penuh semangat, semangat 45 didalam dada dan jiwa mereka tetap berkobar dan tak pernah padam, meskipun terkadang mereka selalu merasa sedih dan kesepian ketika mereka teringat dengan sang anak yang sangat mereka cintai yang kini tidak bersama mereka.



17 Tahun Kemudian


Gales Otnap yang dulu ketika masih bayi terlihat sangat lucu, mungil, imut dan menggemaskan itu kini nampak sudah besar dan dewasa.

"Pah, mah gue berangkat sekolah dulu oke? Assalamualaikum." Ucap Gales Otnap kepada Analac Keos dan sang Istri Analac yang ke 69 yang bernama Rolok Ojeh.
"Oke les. Hati-hati dijalan, bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut ya." Kata sang istri ke 69 si bangsawan tersebut.
"Pah mana duit hari ini buat gales? Gales hari ini pengen beli cilok ah."
"Selama itu positif dan membuatmu sehat kenyang dan senang, lakukanlah sesukamu. Ini duit untuk hari ini, papah mungkin cuma bisa kasih gales segini, nggak apa-apa kan? Soalnya perusahaan papah lagi macet, jadi bersabarlah."
"Emang duitnya berapa pah?" Tanya Gales.
"Papah cuma bisa kasih kamu 26 juta saja les." Jawab si bangsawan tersebut.
"APA? 26 JUTA PAH?." Gales Terkaget.
"Mana cukup pah duit segitu ah! Gales nggak akan kenyang dong pah? 26 juta mah cuma dapat cilok 2 biji doang pah. Ah nggak akan kenyang pah." Lanjut Gales yang tidak terima dengan uang jajan yang diberikan oleh papah angkatnya tersebut.
Kemudian
"Maka dari itu bawalah ini, agar kamu tidak kelaparan." Ucap mamah Rolok sambil memberikan Gales sebuah misting berisi nasi seberat 12 kilo gram.
"Apaan itu mah?" Tanya Gales.
"Ini nasi. En en a es es es i. Na si." Jawab Mamah angkatnya tersebut.
"Oh." Kata Gales, sambil mengambil misting tersebut lalu pamit, salaman dan pergi berangkat ke sekolah.

'Brem brem kik kik.' Suara knalpot dan klakson mobil mewah yang dipakai Gales pulang pergi ke sekolah.
'Bremm bremm nguuuuuuuuuuuuuuk uuuuuuuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuk bremmmmm brem bremmmmmm bremm kittttttt bremm.'

Gales pun pergi melesat tancap gas menuju ke sekolah menggunakan mobil mewah seharga tiga ribu lima ratus rupiah yang dikasih bapak angkatnya tersebut. Gales belum mengetahui bahwa sebenarnya ibu Rolok dan pak Analac Keos itu bukan seorang ayah dan ibu kadungnya, selama ini Gales berpikir bahwa mereka adalah bapak dan ibu kandungnya yang sangat baik kepada Gales. Terkadang Gales selalu dibuat bingung oleh pertanyaan yang terlontar dari teman-temannya disekolah, mereka berkata kalau Gales tidak ada sekali kemiripan dengan pak Analac Keos dan bu Rolok, namun Gales selalu berpikir positif dan tidak memperdulikan lontaran teman-temannya itu.
Hari demi hari Gales lewati dengan begitu indah, perasaan senang, bahagia, riang, gembira dalam hati Gales selalu berseri-seri tiada henti Gales selalu mengucap syukur atas nikmat kemewahan yang dialaminya selama ini.

pak Analac Keos seorang bangsawan, pengusaha yang sukses itu mempunyai 80 istri. Total rumah si bangsawan tersebut ada 80. Satu istri satu rumah, dan Gales tinggal di Istri pak Analac Keos yang ke 69 yang bertempat di sebuah desa yang maju bernama desa Jimbabwe. Sampai saat ini masih belum jelas dan pasti tentang alasan mengapa pak Analac Keos itu menculik Gales waktu masih bayi dari bu Tuec Nueh dan pak Tunyak di desa Podol Entog. Namun yang jelas selama ini pak Analac Keos tidak mempunyai anak satu pun dari ke 80 istrinya tersebut.

"Tujuan lo menculik si Gales dulu waktu masih bayi buat apa sih pah?." Tanya bu Rolok kepada suaminya yang mempunyai 80 istri tersebut. Di saat-saat Gales bersekolah suasana rumah begitu sepi, rumah besar dan mewah bak istana itu hanya di isi oleh lima orang saja, yaitu Glaes, pak Analac bu Rolok dan dua orang asisten pribadi rumah tangganya.
"Lo mau tahu aja apa mau tahu gejrot?." Jawab pak Analac Keos.

- BERSAMBUNG -



Catatan : Apabila anda ingin menyalin, mengkopi paste artikel atau cerita diatas, sertakan sumber, nama penulis, dan link aktif menuju blog ini. Sungguh sangat dilarang mengubah kata-kata artikel atau cerita diatas tanpa seijin penulis.