#Nyaho Cinta?


Singkat Cerita Gue dan Susin sudah resmi jadian selama 4 bulan lebih dua hari dua malam dua detik.

Malam malam kelam pun berlalu,, beganti pagi dengan suasana di hati yang indah dan berseri-seri.
Ada yang beda dengan gue dipagi ini, Gue berangkat sekolah biasa jam 8, sekarang jam 6 lebih 4 menit gue sudah berada di kelas? Ada apa dengan gue? Hanya gue yang tahu, mungkin ini efek dari bahagia kayaknya. Ah sudahlah.

Anak-anak yang lain belum pada dateng dan gue sendirian di kelas.
"Kruk kruk" Ada suara gemuruh meronta diperut gue" Gue sadar dari kos-kosan gue belum sarapan, kemudian beranjaklah gue pergi menuju kantin, Tapi ada yang aneh guys!

Sampai di kantin ternyata kantin masih belum buka, dan gue lihat dikantor, guru-guru- tukang TU eh juga pada belum dateng, semakin aneh, akhirnya gue kembali ke kelas. Gue lihat jam menunjukan pukul 6 lebih 30 menit, semakin aneh, biasanya jam segini anak-anak dan guru-guru udah pada dateng separo, ini masih belum juga.
"Ada apakah ini gerangan?" bisikanku dalam hati.

30 menit kemudian Gue masih sendiri di kelas dan tak ada satu pun murid atau guru yang datang. Semakin aneh!

Gue cari tahu apa penyebabnya, apa yang terjadi dan kemana mereka pergi
Setelah gue selidiki oh may gad ternyata oh ternyata hari ini adalah hari minggu
"Goblog"
Efek terlau bahagia sampai lupa ini hari apa, iya, saking semangatnya, untung gue lagi bahagia kalau enggak? ah sudahlah.

Kemudian gue pun kembali pulang ke kos-kosan.
"Derrr der, derrrr der" handphone di pesak celana kiri gue bergetar

"Iya sin?"

"Waalaikumsalam?"

"Dimana?"

"Oh"

"Siapp!!!"
"Yes cihul lalalalalalala lalalalalalal lalalalalalala lalalalalalala."

Sampai di kos-kosan kadar kebahagian gue semakin bertambah, Susin wanita yang membuat hari-hari gue berwarna mengajak gue ketemuan hari ini di pasir mang jaku di rt genep rw dua dalapan lima perancis. Gue pun berjingkrak jingkrak sendiri sambil bernyanyi nyanyi lala lalalala.

Jam 8 lebih 2 menit gue dan susin sudah berada di pasir mang jaku, dan kita berdua mulai ngobrol

"Gimana kabar nya?"

"Baik! Kamu?"

"Syukur deh, alhamdulilah aku baik" kata susin

"Reh? Aku mau ngomong sesuatu tapi kamu jangan marah ya?"

"Emang mau ngomong apa?"

Sejenak susin terdiam, gue lihat mata nya berkaca kaca entah apa yang terjadi.

"Kamu kenapa ko sepetinya bersedih?" tanya gue kepadanya.

"Maafkan aku Reh, aku mencintaimu ak.."

"Aku juga cinta sama kamu dan aku bahagia, kamu kenapa bersedih? Seharusnya kamu juga bahagia" Belum juga Susin selesai bicara Gue malah memotong bicaranya.

"Aku belum selesai ngomong Reh!" Ucapnya.

Kemudian susin terdiam, lalu doi meneteskaan air mata.

"Kamu jangan menangis, aku juga jadi sedih kalau kamu sedih" ucapku padanya sambil kupeluk erat tubuhnya.

"Maafkan aku Reh. Aku mencintaimu, Tapi Aku tidak bisa bersamamu. Aku di Jodohkan."

Setelah Mendengar itu Gue pun tak bisa berkata apa-apa, karena ini urusannya dengan orang tua dan dari dulu orang tua susin emang beda, dan gue nggak mungkin bisa untuk mencegahnya.

"Maafkan aku Reh. Aku harus pergi , Selamat tinggal, aku mencintaimu, Assalamualaikum" ucapnya sambil melepas erat pelukanku.

"Tidak kamu jangan pergi" ucapku padnya sambil kutarik kembali tangannya.

Kemudian

"LEPASKAN DIA" Seseorang berkumis baplang berteriak dari arah utara sambil menatap tajam ke arahku.

"Ayah" ucap susin sambil menangis tersendu-sendu.

Kemudian mahluk berkumis baplang itu mendekat dan menghapiriku.

"Sudahlah Lebih baik kamu pergi jauh jauh, Ayo Susin kita pulang" Ucap mahluk berkumis baplang tersebut.

Gue hanya bisa terdiam melihat susin pergi, dan gue ratapi semua.

Gue pasrah dengan yang ada. Dan hari itu adalah hari dimana gue terakhir kali melihatnya. Ah sudahlah gue mencoba tersenyum.

-TAMAT-



Catatan : Apabila anda ingin menyalin, mengkopi paste artikel atau cerita diatas, sertakan sumber, nama penulis, dan link aktif menuju blog ini. Sungguh sangat dilarang mengubah kata-kata artikel atau cerita diatas tanpa seijin penulis.