Karya : Rehe Silent.
Kategori : Cerpen.
Genre : Horor, Aneh bin nggak Jelas.
rehemisteri.jpg

Di malam itu gue (Rehe Silent) dan sahabat gue (Agung Laksana) berencana mau pergi berbelanja alat bangunan ke Mall yang berada di daerah Tasikmalaya,

Ketika di tengah perjalanan yang gelap dan sepi, Tiba-tiba Agung melihat seorang Nenek-nenek pakai Legging sedang duduk terdiam diatas got di sebrang jalan.

"Eh Reh Berhenti dulu Reh." Kata Agung sambil menendang-nendang punggung Gue.
"Aduh, ada apa Gung?." Tanya Gue Sambil berhenti ngerem mendadak.
"Lo lihat deh, Itu Nenek-nenek lagi ngapain ya?."
"Mana Gung?." Tanya Gue.
"Itu di Got." Jawab Agung sambil menunjuk ke arah itu got.
"Nggak ada siapa-siapa." Ucap Gue sambil melihat-lihat.
"Ah elu mah, masa itu nenek-nenek segede gitu nggak keliatan. Parah."
"Mana sih?, orang nggak ada siapa-siapa juga, halusisani kali, eh halusinasi kali." Gue Menjelaskan.

Tiba-tiba bulu punduk dan bulu betis Agung mendadak berdiri.

"Aaaaaa" Agung Berteriak.
"Eh kenapa lo?" Gue kaget.
"Aaaaaaa"
"Eh gung kenapa lo? Sadar gung sadar. Istighfar." kata Gue.
"Heuh. Astagfirullahaladzim." Agung nampak hos hossan sambil mengelus dadanya.
"Elo barusan kenapa heh?" Tanya Gue.
"Barusan gue kaget Reh. Nenek-nenek Legging itu menghilang." Jawab Agung.
"Ah elo mah ada ada aja, lo belum makan kayaknya."
"Ih beneran Reh."
"Udah ah, ngobrol mulu, kapan nyampe nya." Lanjut Gue.

Sahabat Gue pun hanya terdiam dengan wajah takut dan penasaran yang menggebu-gebu.

"Ngengggg Ngengggg... Berangkat."

Kami Berduapun melanjutkan perjalanan,
dengan penuh semangat 45, Gue memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi diatas 120km/detik.

"Mall nya masih jauh ya Reh.?" Tanya Agung.
"Sabar, bentar lagi juga nyampe." Jawab Gue sambil nyetir.

Cekittttttttt-
Tiba-tiba motor yang kita kendarai mendadak oleng.

"Eh eh, Kenapa ini.?" Gue bingung.
"Ada apa Reh?". Tanya Agung.
"Sepertinya, Rem motor ini Blong Gung." Jawab Gue dengan panik.
"Oh" kata Agung dengan santainya.

Dua menit kemudian.

"APAHHHH? REM NYA BLONG????? TIDAKKKKKKKKKKKKKK" Teriak Agung dengan keras.

Kami berduapun berteriak bersama.
Agung : "WAAAAAAAAAAAAAAAAA"
Gue : "TOLONGGGGGGGGGGGGGGG"
Agung : "WAAAAAAAAAAAAAAAAA" Gue : "TOLONGGGGGGGGGGGGGG?."

Swinggggggg~ Gedebrug~ pluk~ eu.

Dan akhirnya Kami berduapun terdampar di atas pohon cemara.

"Aduh badan gue terasa pecah-pecah semua Reh." Rintih Agung keskitan sambil muntah-muntah.
"Badan lo sariawan kali ah." ucap Gue sambil menahan rasa sakit yang sama.
Tiba-tiba

{ "hi hi hi hi hi" }

"Suara apa itu Reh?" Agung Panik.
"Lah paling juga kuntilanak."
"Eh lo jangan asal kalo ngomong." kata Agung dengan wajah pucat ketakutan.
"Kenapa Lo takut, hahaha?" Ledek Gue.
"Takut? Gue? Takut kuntilanak? Hahaha, kuntilanak doang mah kecil." Agung membela diri.

{ "Hi hi hi hi hi" }

"Reh, suaranya ada lagi Reh, gimana ini Reh?"
"Tahu ah ngantuk."

{ "Hi hi hi hi hi" }

"Reh gimana ini Reh"
Suasana semakin mencekam dan menakutkan.

"Hey siapa lo? Sini kalo berani tunjukin diri lo, Gue nggak takut sama lo," Teriak Agung dengan Lantangnya.

{ "Hi hi hi hi hi" }

"Hey? Ha ha ha. Hi hi hi. Ha ha. Hi hi weh kehed siateh. Dimana lo?" Lanjut Agung.

{ "Hi hi hi hi hi, Aku di sini, di atas kamu hi hi hi hi." }

"Hah?"

Seketika Agung langsung terdiam, tubuhnya kian makin menggigil karena dingin dan ketakutan.

"Reh Reh?" Bisik Agung.
"Reh?" Namun tidak ada jawaban.

Tiba-tiba
"Aaaaaaaa." Agung berteriak.
Doi Kaget melihat sahabatnya (Rehe Silent) tidak ada disampingnya.
Agungpun semakin panik dan tak terkendali,
Lalu
"Aaaaaaaa." Agung Laksana pun terjatuh dari pohon cemara tersebut hingga langsung seketika Sahabat Gue itu tewas ditempat. Sungguh mengharukan sekali. Dan Gue nggak tahu gue ngilang kemana pada waktu itu, gue lupa soalnya.

-TAMAT-


Begitulah Kisahku bersama sahabatku (Agung Laksana). Kisah yang tak akan pernah terlupakan.


Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

Yang pertama, Janganlah kita takabur terhadap apa yang kita punya, karena semua itu hanyalah titipan dari yang maha kuasa.

Yang kedua, Janganlah kalian berhenti di tengah jalan ketika melihat Nenek-nenek pake Legging sedang duduk sendirian, malam-malam di atas got. Sekian dari saya, (Rehe silent) mohon maaf bila ceritanya nggak jelas, salam karya.


Catatan : Apabila anda ingin menyalin, mengkopi paste artikel atau cerita diatas, sertakan sumber, nama penulis, dan link aktif menuju blog ini. Sungguh sangat dilarang mengubah kata-kata artikel atau cerita diatas tanpa seijin penulis.